INPUT DEVICES

PIRANTI MASUKAN

(Peranti Masukan) merupakan perangkat keras komputer yang memungkinkan pemasukan data kedalam sistem komputer. Dalam hal ini data dapat berupa huruf, angka, gambar, suara, audio-video, dan bahkan gerakan.

Peranti Pengetikan.

Peranti pengetikan dapat dipergunakan untuk memasukan data ataupun perintah.Peranti yang paling umum dipergunakan dalam sistem komputer adalah Keyboard. Peranti pengetikan yang lain yaitu ATM (Automated Teller Machine) yang dipakai sebagai mesin pengambil uang dan POS (Point-of-sale) yang digunakan pada toko dsan swalayan.
Keyboard
Keyboard merupakan unit input yang paling penting dalam suatu pengolahan data dengan komputer. Keyboard dapat berfungsi memasukkan huruf, angka, ataupun kode lain menjadi isyarat listrik yang dapat diproses komputer.Keyboard paling umum digunakan sebagai peranti masukan dan merupakan peranti yang paling lama di manfaatkan setelah perkembangan komputer dengan masukan kartu plong (punch card).

Keyboard merupakan peranti masukan yang tidak terlalu banyak mengalami perunahan sejak diperkenalkan pertama kali.secara garis besar sistem keyboard biasanya terdiri atas tombol-tombol:
– Pengetikan
– Angka
– Fungsi,dan
– Kontrol
Tombol pengetikan.
    Keyboard memiliki berbagai macam bentuk , tetapi tataletak huruf atau angka pada tombol-tombol pengetikan menyerupai tataletak  pada mesin ketik tradisional atau yang sering disebut dengan QWERTY.Tujuan mengikuti sistem ini adalah untuk memudahkan pengoperasian oleh pemakai yang telah terbiasa dengan mesin ketik. 
Tombol Angka.
              Keyboard juga biasanya juga memiliki tombol-tombol angka khusus yang tataletaknya menyerupai tataletak pada kalkulator.Bagian ini sering disebut sebagai Numeric keypad,yang biasanya terletak pada sebelah kiri keyboard.Numeric keypad biasanya terdiri ataas 17 tombol dengan susunan yang akan memudahkan pemakai yang sudah terbiasa dengan kalkulator atau mesin hitung lain.
Tombol fungsi.
            Tombol fungsi pada keyboard terdiri atas sederetan  tombol F1,F2 sampai F12 yang biasanya terletak dibagian paling atas .kegunaan tombol fungsi ini biasanya tergantung pada aplikasi atau sistem operasi yang sedang dijalankan.
Tombol kontrol.
         Tombol keyboard juga biasannya dilengkapi dengan tombol kontrol yang gunannya untuk mengendalikan gerakan kursor atau layar. Sekalipun keyboard laptop memiliki susunan yang agak berbeda dengan keyboard dekstop namun biasannya jenis-jenis tombol ini dimiliki juga.
           Fungsi tombol keyboard yang sering digunakan untuk pengetikan/ pembuatan dokumen.
Tombol untuk menghapus teks
Backspace : menghapus satu karakter pada kiri kursor
Delete : menghapus satu karakter pada kanan kursor
Ctrl + Backspace : menghapus satu kata pada kiri kursor
Ctrl + Delete : menghapus satu kata  pada kanan kursor
Tombol Navigasi ( menggerakkan kursor )
Home : kembali ke awal baris
End  : kembali ke akhir baris
Ctrl + Home : kembali kea awal dokumen
Ctrl + End : kembali ke akhir dokumen
Page Up : satu jendela (halaman) keatas
Page down : satu jendela kebawah
Ctrl + –> ( tanda panah kekanan) : menggerakkan kursor satu kata kekanan
Ctrl + <— (tanda panah kekiri) : menggerakkan kursor satu kata kekiri
Tombol untuk block/ select (teks/grampich)
Shift + tombol anak panah : untuk memilih teks (blok) sembarang teks sesuai arah tombol panah
Ctrl + Shift + anak panah kanan/kiri : untuk memilih teks (blok) satu kata
Shift + anak panah kebawah : memilik teks (blok) satu baris
Shift + anak panah kebawah (beberapa kali) : memilik teks (blok) beberapa baris baris
Fungsi tombol keyboard yang lain
Caps Lock : untuk membuat huruf kapital tetap, selama tombol ini ditekan (ditandai dengan lampu caps lock menyala) maka huruf yang diketik akan menjadi huruf besar. untuk menon aktifkkannya tekan kembali tombol Cas lock (lampu indikator mati).
Shift : tombol shift disini mempunyai 2 fungsi yang berbeda:
Untuk menampilkan karakter atas pada key board seperti (~!@#$%^&*()_+:”<>?|}{)
misal kita menekan tombol Shift + 2 maka yang akan tertulis adalah tanda @
Untuk membuat huruf kapital dengan menekan Shift + Huruf.
             
A. Keyboard QWERTY
         Sesuai dengan namanya QWERTY yang merupakan deretan huruf pada barisan paling atas pada keyboard. Keyboard QWERTY merupakan pengembangan dari mesin ketik. Susunan tombol dipilih untuk mengurangi loncatan penekanan tombol yang tidak sengaja pada mesin ketik manual. Misal huruf ‘s’, ‘t’, dan ‘h’ diletakkan berjauhan meskipun sering digunakan bersama dalam kalimat bahasa Inggris. Sampai saat ini, keyboard jenis Qwerty tetap digunakan.
B. Keyboard DVORAK
        Keyboard Dvorak diciptakan berdasarkan prinsip kerja biomekanis dan efisiensi. Susunan letak tombol huruf dengan jenis QWERTY dibuat sedemikian rupa sehingga 56 % ketukan ada pada tangan kanan dan jari-jari yang lebih banyak bekerja adalah jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Susunan tombol huruf berdasarkan frekuensi penggunaannya. Huruf-huruf yang ada pada baris tengah lebih sering diketuk kira-kira sampai 70 % dan perpindahan antar baris hanya sekitar 10 %,huruf-huruf yang umum,biasanya berada dibawah jari-jari yang dominan dan Mampu meningkatkan kecepatan pengetikan 10 – 15 % serta mengurangi kelelahan tangan.
 C. Keyboard Wireless.
      Sesuai dengan namanya, keyboard tipe ini tidak menggunakan kabel sebagai penghubung antara keyboard dengan komputer. Jenis koneksi yang digunakan adalah infra red, wifi atau bluetooth. Untuk menghubungkan keyboard dengan komputer, dibutuhkan unit pemancar dan penerima. Unit pemancar biasanya terdapat pada keyboard itu sendiri, sedangkan penerima biasanya dipasang pada port USB atau serial pada CPU
.

ATM (Automatic teller machine)

ATM dalam bahasa inggris dikenal dengan Automatic teller machine, atau dalam bahasa Indonsia dikenal dengan Anjungan Tunai Mandiri. ATM merukan alat elektronik yang diberikan oleh bank yang kepada pemilik rekening yang dapat digunakan untuk bertransaksi secara elektronis seperti mengecek saldo, mentransfer uang dan juga mengambil uang dari mesin ATM tanpa perlu dilayani seorang teller. Setiap pemegang kartu diberikan PIN (personal identification number), atau nomor pribadi yang bersifat rahasia untuk keamanan dalam penggunaan ATM Lalu apa beda kartu ATM dengan kartu Debit.
            ATM bekerja sebagai peranti input – output sekaligus.Sebagai peranti masukan  ATM memungkinkan pemakaian memasukan nomor PIN,angka uang,dan hal-hal lain yang tersedia dalam menu.Adapun sebagai peranti keluaran ATM memungkinkan pemakai (petugas bank) melihat perintah maupun kode dan angka yang diketikan pada peranti masukan. 
POS (Point of sale)
            Pos merupakan peranti yang digunakan pada toko-toko untuk memasukan data pembelian.biasannya peranti ini selain berisi tombol seperti keyboard lengkap dengan angka-angka,juga masih ditambah pasilitas yang memungkinkan untuk memproses kartu kredit.

Peranti Penunjuk (Pointing Device )

   Mouse  
       Mouse adalah peranti penunjuk yang saat ini telah banyak dipergunakan oleh umum. Mouse digunakam untuk menunjuk data atau perintah yang ditampilkan dilayar monitor.
  Sebuah mouse menggabungkan dua operasi penting berbasis layar:
—  Kemampuan menggerakkan kursor, dan
—  Kemampuan memilih suatu obyek pada layar ke dalam satu Peranti
  Gerakan mouse pada permukaan datar menentukan gerakan kursor pada layar, mouse umumnya mempunyai 1 sampai 3 tombol pada bagian atas untuk pilihan obyek.
    Trackball                                       
  Trackball dapat dilukiskan sebagai gabungan fungsi dari joystick dan mouse. Terdiri atas dasar yang tetap, yang menyangga sebuah bola. User hanya menggerakkan bola utk memindahkan kursor.
  Sifat trackball:
—  Mudah dipelajari
—  Membutuhkan sedikit ruangan (seperti joystick)
—  Dilaporkan oleh beberapa peneliti bahwa trackball adalah salah satu Peranti penuding yang terefisin (dalam hal ketepatan dan kecepatan)
  Dikenal sebagai G-stick, accupoint adalah miniatur dari joystick yang diletakkan diantara kunci G dan H pada keyboard. Biasanya dipakai bersama dengan 2 buah tombol dan fungsinya sama dengan mouse
  Karena accupoint ditempelkan pada keyboard, maka tidak memerlukan tambahan ruang untuk operasinya
  Accupoint dioperasikan cukup dengan 1 jari saja dan tidak memerlukan ruang.
 

Touch Screen

   Dapat digolongkan dalam panel sensitif sentuhan
  Cara kerjanya adalah dengan mengintrupsi matriks berkas cahaya atau dengan mendeteksi adanya perubahan kapasitansi atau bahkan pantulan ultrasonik
  Keuntungan touch screen:
—  Cepat & tdk membutuhkan pointer khusus
—  Baik utk pemilihan menu
—  Membutuhkan sedikit atau tanpa tambahan ruang kerja
Kerugian :
—  Jari-jari dapat mengotori layar
—  Dapat menyebabkan kelelahan lengan
—  cocok ditempatkan dalam lingkungan yang tidak ramah, mis: mesin pabrik, kabin pesawat, dll
—  Jari tangan bukan alat penuding yang presisi, terutama untuk untuk menuding bagian-bagian daerah yang kecil.

Joystick             

   Gerakan kursor pada joystick dikendalikan sebuah tuas yang ditanamkan pada sebuah alas.
            Sifat Joystick :
            – Membutuhkan tempat yang sedikit.
            – Tidak mengganggu layar
            – Harganya murah, sehingga banyak digunakan pada permainan komputer (game) seperti : permainan pesawat, mobil balap dan sebagainya.

Pengambil Gambar Terformat

Ada berbagai jenis peranti yang dapat dipergunakan untuk mengambil citra terformat, dalam arti bentuk atau format hurufnya sudah ditentukan. Hal ini membantu peranti tersebut dalam menerima masukan, yang kemudian diubah menjadi sinyal digital. Termasuk dalam katagori peranti ini adalah bar code reader, MICR, OMR, dan OCR.

Bar Code Reader

Bar code adalah pola garis-garis hitam putih yang umum dijumpai pada barang-barang yang dijual di took swalayan untuk mempercepat proses pemasukan data transaksi penjualan. Bar code ini dibaca dengan alat yang disebut Bar Code Reader yang berupa semacam scanner foto elektris yang dapat mengonversi data bar code  menjadi sinyal digital.
Ada pun jenis barcode yang dikenal saat ini adalah barcode linear 1D (1 dimensi) yang berupa rangkaian garis dengan ketebalan yang bervariasi dan berbentuk persegi panjang serta jenis barcode matriks 2D (2 dimensi) yang datanya diwakili oleh simbol-simbol yang berbentuk persegi, titik, heksagon dan bentuk geometri lainnya pada gambar yang berada dalam sebuah bujur sangkar. Untuk jenis barcode matriks ini kita bisa memasukkan data sampai ratusan karakter dalam sebuah barcode, lain halnya dengan barcode linear yang kemampuan menyimpan datanya terbatas.
Perkembangan barcode sendiri dimulai dari tahun 1932, saat Wallace Flint membuat sistem pemeriksaan barang di sebuah perusahaan retail yang kemudian diikuti oleh perusahaan industri. Pada tahun 1948 sampai 1949 Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland mengembangkan teknologi barcode ini menjadi lebih baik. Sampai akhirnya di tahun 1952, mereka mendapatkan hak paten dari hasil penelitian tersebut. Penggunaan barcode untuk keperluan komersial dimulai sejak tahun 1966.
         
Untuk membaca barcode ini diperlukan sebuah alat pembaca barcode atau barcode scanner dengan menggunakan sinar laser yang sensitif terhadap refleksi dari ketebalan garis, jarak atau ruang antar baris dan variasi lainnya. Data tersebut dibaca oleh barcode scanner yang kemudian ditranfer ke komputer untuk diolah lalu ditampilkan sebagai data yang terbaca oleh manusia.

Magnetic Ink Character Recognition ( MICR)

MICR dipergunakan untuk membaca karakter-karakter khusus MICR yang dicetak dengan tinta khusus pula. Tinta ini nantinya akan dimagnetisasi oleh peranti MICR, sehingga informasi magnetisnya dapat dibaca dan diterjemahkan menjadi sinyal digital.
Tinta magnetis ini hanya dapat dicetak dengan menggunakan printer laser yang dapat menerima tinta jenis tersebut.
MICR merupakan metode yang dapat menyediakan pemprosesan informasi secara aman dan berkecepatan tinggi. Penggunaannya biasanya pada cek bank, dengan bagian bawah seringkali terdiri atas karakter dengan bentuk khusus yang berupa nomor cek, nomor pengurutan, dan nomor account pemiliknya.
       

Optical Mark Recognition (OMR)

OMR adalah peranti yang dapat membaca blok tulisan pensil dan dapat mengubahnya menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh computer.
Peranti ini membaca masukan dengan bantuan refleksi optris, dengan mengenali ketebalan tulisan.
Dapat dikatakan juga bahwa OMR adalah sebuah perangkat lunak (software) yang memroses data melalui pantulan cahaya dengan menggunakan alat pemindai (scanner). Sebutlah siswa Ujian Akhir Nasional atau peminat Ujian Calon Pegawai Negeri Sipil, merekalah salah satu pengguna software ini. Teknologi ini sebenarnya sudah usang, namun banyak perusahaan yang belum tahu manfaatnya.
OMR mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1990-an. Di tahun itu, Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional alias Ebtanas di SMP dan SMA mulai memakai sistem ini. Mengingat lembar jawabannya kertas A4 yang bertekstur tebal dan agak kaku, maka tidak boleh lecek, terlipat, apalagi basah. Tangan yang memegangnya pun harus tetap kering dari keringat.
Dilihat dari sejarahnya, OMR berangkat dari teknologi untuk kaum tunanetra. IBM, Scantron, dan Chatsworth Data Corporation adalah pemain internasional yang telah lama mengembangkan teknologi berbasis OMR. Sekarang, OMR dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, antara lain proses penelitian, survei komunitas, survei konsumen, ujian/assessments, evaluasi, pengumpulan data, evaluasi produk, penghitungan inventori, formulir pendaftaran, undian, pemetaan (contoh: kode pos), mengoreksi ujian sekolah, ujian masuk perguruan tinggi, tes seleksi CPNS, psikotes, tes seleksi rekrutmen perusahaan, kuesioner kepuasan pelanggan atas produk dan jasa, serta survei statistik. Dokumen lembar jawaban komputer (LJK) cukup ditumpuk pada alat pemindai, lalu software akan memerintah alat pemindai sehingga LJK akan dipindai satu persatu untuk dibaca datanya.
Keuntungan memanfaatkan OMR selain hal kcepatan memproses, juga dalam hal ketelitian karena terhindar dari kesalahan manusia dalam mengoreksi.

Optical Character Recognition (OCR)

OCR adalah peranti yang dapat membaca teks dan mengonversikannya ke dalam kode digital yang nantinya diproses oleh komputer. Sistem OCR terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak pemanipulasi data. Pengembangan lebih lanjut dari OCR ini memungkinkan adanya peranti yang dapat membantu menterjemahkan teks, membantu orang tak dapat membaca dengan mengubah teks menjadi suara, membacakan cerita untuk kanak-kanak, memasukkan data dari teks di majalah ke memori atau ke tempat kursor di pengolah kata, merekam alamat, mencatat secara langsung hal-hal penting, dan merekam naskah untuk keperluan perpustakaan.

Pengambilan Gambar Tak Terformat

            Pada perkembangan selanjutnya diperlukan pengambilan citra atau gambar yang belum memiliki format baku, untuk kemudian diambil data digital.
            Pada umumnya hasil masukannya memiliki ukuran yang besar. Karena berasal dari data alamiah yang biasanya bersifat analog, dan untuk menghemat tempat, dilakukan pemangkasn dan peringkasan data, dengan mempertimbangkan perimbangan ukuran berkas serta derajat ketelitian yang dikehendaki.
            Untuk keperluan pengambilan data tak terformat ini ada berbagai jenis alat yang dapat dipergunakan . termasuk dalam golongan ini yaitu image scanner, kamera digital, pembaca retina mata, dan pembaca sidik jari.

Image Scanner

            Image scanner atau dikenal dengan sebutan scanner saja, merupakan peranti yang dapat mengambil masukan data gamabar, foto, bahkan juga tulisan
 tangan. Hasilnya kemudian diuabah menjadi isyarat digital dan dapat disimpan di dalam tape/disk, atau diproses menjadi sesuatu yang dikehendaki pemakai. Sebagai contoh, dengan perangkat lunak tertentu seperti OmniPage Pro (Caere Corp), hasil scanner dapat diubah menjadi dokumen dengan format pemroses kata tertentu.

Kamera Digital

            Setiap kamera elektronis memiliki sebuah sensor yang dapat mengubah sebuah citra optis ke isyarat elektronis. Penemuan CCD (Charged-Coupled Device) oleh Boyle dan Smith tahun 1970 tela memicu revolusi dalam dunia pencitraan. Kamera untuk siaran TV yang berbasis tabung citra vidicon yang mahal, diganti dengan kamera CCD elektrolis yang kompak. Pemanfaatan camcorder sebagai kamera perekam gerak meningkat tajam dan kamera kantong maupun kamera berbasis SLR (Single Lens Reflex) digantikan dengan kamera-kamera digital.
            Sebuah kamera dapat dianggap sebagai peranti yang dapat mengubah sebuah citra optis ke sebuah reflika film atau elektronis. Sebuah kamera biasanya menggunakan lensa untuk membuat citra dari sebuah obyek. Jika kita akan dapat menangkap citra yang mirip dengan obyek besangkutan.
Resolusi Kamera
            Resolusi kamera ditentukan oleh jumlah piksel yang terdapat dalam larik CCD dan kualitas dari optic pencitranya. Monitor computer biasanya terdiri dari 768 atau 1024 baris piksel. Semakin tinggi resolusinya, semakin tinggi pula kualitas citra yang dihasilkannya. Hal ini juga berlaku bagi kamera digital. Oleh karena itu jika ada kamera dengan resolusi yang lebih tinggi, tentu saja gambar yang dihasilkannya akan lebih halus.
Pembentukan warna pada larik CCD Tunggal
            Untuk dapat memperoleh suatu warna citra, maka kita hrus mengukur cahaya pada tiga rentang panjang gelombang yang berbeda,yaitu merah, hijau dan biru (atau sering  disingkat RGB dari Red-Green-Blue).
            Ada dua metode dasar dalam pencitraan warna dengan menggunakan larik CCD. Metode tersebut adalah penggunaan CCD tunggal, dan penggunaan 3 CCD, masing-masing satu untuk warna. Metode pertama yang menggunakan CCD tunggla memang lebih murah, namun kualitasnya tidak sebagus metode kedua
Teknologi kamera 3 CCD warna
            Untuk mengatasi masalah color aliasing pada kamera warna larik tunggal tersebut , kemudian dipergunakan tiga kamera warna CCD. Cara yang digunakan adalah dengan menggunkan prisma optis untuk memisahkan sebuah citra menjadi tiga komponen warna. Kemudian  setiap komponen warna tersebut ditangkap dengan sebuah CCD. Dengan menggunakan teknik ini, setiap cahaya dari setiap warna akan sampai di larik CCD. Setian CCD keudian menggunakan semua pikselnya sehingga jalur tersebut dapat menangkap resolusi larik secara lebih penuh dibandingkan dengan resolusi yang terkurangi akibat penggunaan kamera warna cip tunggal. Kamera 3CCD memiliki jumlah piksel tiga kali lipat dibandingkan dengan kamera larik tunggal sehinggal resolusi citranyapun menjadi lebik baik. Filter yang diletakan di depan setiap larik, secara tepat akan mengendalikan jalur spektral sehingga kamera dapat memberikan representasi warna yang lebik akurat.

Pembaca Kartu Magnetis

Kartu magnetik berbentuk seperti kartu kredit yang dilengkapi dengan pita magnetik. Pada pita magnetik ini data tertentu dapat diletakkan. Data yang ditempatkan pada pita ini dapat berupa nomor induk pegawai, identitas bank dan nomor rekening nasabah, dan lain-lain. Dengan menggunakan pembaca kartu magnetik (Magnetic Card Reader – MCR), data pada pita tersebut dibaca dan dimengerti oleh komputer. Contoh penggunaan kartu magnetik adalah pada kartu ATM. Pada mesin ATM ini terdapat pembaca kartu magnetik.

Pembaca Kartu Cerdas

Kartu cerdas atau smart card sebenarnya merupakan sebuah komputer berukuran mini karena dilengkapi dengan chip yang mengandung microprosesor, RAM, dan ROM, bahkan sistem operasi dengan keamanan yang sangat tinggi. Kartu ini bisa digunakan untuk menyimpan data pasien dan riwayat kesehatannya, data nasabah dan transaksi yang pernah dilakukannya. Di Indonesia, kartu cerdas dipakai antara lain untuk kartu prabayar dan kartu tabungan. Untuk membaca isi kartu cerdas diperlukan alat yang disebut pembaca kartu cerdas (smart card reader).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: